Breaking News

Tangguhlah Seperti PION



Sudah 3 tahun lalu saya sangat tertarik dengan tulisan ini dan kali ini saya kutip ulang. Belajar dari mengamati bagaimana pion ditakdirkan untuk menjadi korban pertama dalam setiap permainan Bidak Catur. Pion, dianggap sebagai prajurit garda terdepan yang berjuang sebagai benteng pertama yang harus dikorbankan untuk melindungi prajurit atasannya, utamanya adalah raja itu sendiri.

Pion dapat juga diumpamakan sebagai anak kecil yang sekolah untuk mendapatkan predikat tertinggi hingga dapat bermetamorfosis menjadi bidak unggulan setingkat patih, menteri, dst. Lalu begitukah sebatas kemampuan pion??

Baiknya kita simak sisi lain dari pion yang mungkin terabaikan selama ini.

Maju terus,

Tidak pernah ada sejarahnya pion mundur ke belakang, ke tempat semula untuk menghindari sergapan lawan atau untuk mengatur strategi dalam pertandingan. Apabila pion telah dilepas maju satu bidak ke depan, maka ia tetap akan bertahan disana atau maju terus, tidak bisa lagi mundur. Ini mengindikasikan bahwa kehidupan ini perlu disikapi untuk terus melihat ke depan karena kehidupan tidak mungkin akan membalik ke masa lalu, masa yang telah terlewati seperti bidak yang telah ditinggalkan.

Si mungil yang gigih,

Jika dilihat dari ukuran, maka pion adalah tokoh paling mungil yang ada dalam bidak catur. Namun tunggu dulu, bukan berarti mungil itu tak berdaya. Ia, pion itu adalah bidak yang gigih. Ia akan bertahan meskipun harus bertempur menghadapi pion lawan, menteri lawan, atau mungkin patih yang menghadapinya. Dengan bergandengan tangan dengan pion lain, dengan memposisikan dalam alur diagonal dengan pion lain, maka pion adalah pihak yang gigih, yang tak mudah rapuh, tak mudah patah ibarat mati satu tumbuh seribu. Saling menjaga sesama, saling mendukung, dan menjadi garda terdepan perjuangan.

Rela berkorban

Lagi, pion adalah bidak yang diposisikan sebagai korban pertama untuk melindungi prajurit di belakangnya. Ini seakan membuatnya tak berguna. Padahal pion adalah bidak yang rela berkorban untuk strategi kemenangan. Coba lihat, bagaimana sering pion dijadikan umpan gratis untuk memancing lawan membuka celah agar pertahanannya goyah. Namun, pion tetap berada pada garisnya untuk berkorban terutama jika raja benar-banar terdesak.

Setia,

Pion adalah tipe yang setia pada filosofi permainan. Ia tak akan mundur ketika telah melangkah. Ia menerima ketika dikorbankan untuk sebuah misi yang mulia –kejayaan. Pion tetap rendah hati dan tak menolak untuk setiap tugas yang diberikan karena kesetiaan kepada pihak tertinggi dalam permainan menyadarkannya untuk patuh dan taat pada aturan yang diberikan.


Mampu bermetamorfosis,

Pion adalah satu-satunya bidak catur yang mampu bermetamorfosis menjadi sosok lain yang lebih unggul derajatnya dalam permainan. Ketika ia melangkah, setapak demi setapak tetapi tanpa pamrih. Gigih melaju hingga melewati rintangan pihak musuh, maka pada akhirnya ia sampai pada garis terakhir yang ada di pihak lawan. Jika sampai pada titik nadir itu, pion akan bermetamorfosis menjadi sosok lain yang diinginkan. Ia dapat menjadi kuda, menteri, beteng, atau bahkan menjadi tokoh patih. Ini berkat gigihnya melangkah tanpa menghiraukan siapa dirinya yang kecil, yang terabaikan, yang lemah.

Lalu, masihkan kita berfikir tentang diri kita sendiri yang kecil, yang tak terlihat, yang lemah, atau apapun yang menganggap negatif pada citra diri kita?? Jika iya, alangkah lebih baik jika kita kembali menyimak ulang tentang filosofi pion di atas.


(dikutip : https://gerimissenjablog.wordpress.com/2015/11/11/pion-dan-arti-perjuangan/amp/)

Tidak ada komentar