Breaking News

PEMILIH MUDA ADALAH ENERGI BARU PERPOLITIKAN

Jumlah pemilih pemula di Daerah Pemilihan (Dapil) Pontianak Timur mencapai hampir mendekati angka 10 ribuan jiwa dari  70 ribuan jumlah pemilih tetap pada pemilihan legislatif 2019 mendatang yang di dominasi pemilih muda.

Artinya hampir setara dengan 1 kursi legislatif di DPRD jika hak pilih mereka digunakan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu kelompok pemilih muda ini merupakan energi baru perpolitikan yang harusnya memiliki sikap kritis dan cerdas dalam menyalurkan hak pilihnya sehingga berdampak pada konsilidasi demokrasi lebih baik bagi Pontianak Timur. Salah satu caranya dengan mendapatkan informasi yang memadai.

Pada umumnya pemilih Muda dan pemilih pemula bersikap apatisme politik.
Ada dua tipe apatisme politik dalam menghadapi momen suksesi kepemimpinan politik :
1. Apatis karena memang tidak terpapar infomasi memadai.
2. Justru apatis karena muak terhadap situasi perpolitikan Indonesia yang diwarnai praktik korupsi dan intrik.

Di sisi lain karakter pemilih pemula yang rata – rata berusia remaja cenderung anti kemapanan atau status quo. Mereka akhirnya sama sekali menarik diri dari politik. Padahal politik sangat erat terkait dengan kehidupan keseharian setiap warga negara.

Disinilah seharusnya sikap kritis juga disertai dengan kecerdasan bersikap. Pemilih muda yang cenderung independen, mandiri tidak mau disetir sehingga jauh dari praktik money politic/politik uang harus mampu menentukan arah politik ke depan lewat penyaluran hak pilihnya guna bersama-sama menuju paradigma baru.

Berani memilih adalah bentuk nyata bahwa pemilih muda mempunyai peran besar bagi perubahan, dan siap menyongsong roda demokrasi di negara ini.

"BIJAK MEMILIH MEWUJUDKAN PEMILIHAN BERINTEGRITAS".

**************
Apriyadi Riyanto
Caleg Kota Pontianak No. Urut 2
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
(PKP Indonesia No. 20)
Dapil 4 - Pontianak Timur

Tidak ada komentar