Breaking News

PILGUB KALBAR 2018 : Mata Tajam Kita Pada Visi Misi Paslon


Dalam 10 tahun terakhir, kita sudah hafal jika visi misi kandidat biasanya terlewatkan begitu saja. Luput dari irisan tajam analisa, selamat dari hujan kritikan, lepas dari ulasan-ulasan perbaikan dan dibiarkan terjun bebas oleh publik. Masyarakat Kalimantan Barat luput akan pentingnya visi misi para Kandidat. Seolah-olah visi misi bukan kepentingan yang kita nantikan. Visi misi dikesampingkan, di kalahkan oleh gegap gempita untuk dukung dan mendukung saja. Padahal, visi misi paslon akan menjadi visi misi daerah selama lima tahun ketika mereka dinyatakan menang dan terpilih nantinya. Kualitas visi misi kandidat yang seiring sejalan dengan kepentingan kemajuan pembangunan daerah tidak terlalu diperhatikan. Hasilnya selama ini, kita hanya disodorkan dengan narasi visi misi normatif tanpa ukuran-ukuran pencapaian yang menggembirakan bagi hidup dan kehidupan masyarakat secara luas. Karna terlalu normatif, konsistensi kemajuan dari semua yang telah di janjikan tidak mudah untuk ditagih karena akan samar hilang tanpa jejak.

Memori kita terlalu lemah untuk mengingat semua janji-janji yang sudah terlanjur di kumandangkan, dokumen visi misi barangkali satu-satunya alat yang bisa di gunakan untuk melacak kembali janji-janji yang tenggelam. Kita sudah tidak boleh lagi membiarkan para kandidat mengumbar janji secara serampangan dan bertolak belakang dari kemampuannya sendiri tanpa didasarkan dan merujuk pada bangunan visi misi yang telah mereka susun. Menjanjikan apa saja sehingga terdengar sangat “pro rakyat” sudah ketinggalan zaman. Pemimpin masa depan berbicara atas dasar konsepsi yang holistik dan solid. Visi misi yang benar akan mengikat kita dan kandidat dalam rasa saling percaya bahwa kita akan memilih pemimpin yang tepat.

Fokus kita sudah harus berubah: pahami visi misi para kandidat untuk mengenali komitmen, keberpihakan, inovasi, dan daya kepemimpinan mereka. Visi misi merupakan salah satu instrumen untuk menilai kecakapan dan kemampuan mereka dalam menentukan arah kekuasaan yang nanti akan mereka kendalikan. Visi misi kandidat adalah cerminan langsung dari moral, spirit dan kinerja para kandidat kepada daerah dan masyarakat yang akan mereka pimpin. Sementara ini kita memang belum memiliki banyak alat lain untuk menghitung kompetensi dan kapabilitas kepemimpinan para kandidat selain rekam jejak yang terdokumentasikan di banyak media, sedangkan visi misi adalah tolak ukur penting yang publik bisa miliki dan sekaligus digunakan untuk memberikan penilaian atas kecakapan dan kemampuan mereka . Kualitas visi misi pemimpin daerah sudah harus di kedepankan karena Gubernur Kalimantan Barat yang terpilih pada pemilihan 2018 nanti akan menahkodai lebih dari 5 juta jiwa manusia mengarungi lautan 2020+. Bonus demograpi di daerah, penurunan kualitas lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, kebutuhan akan energi, air bersih, ceruk kegiatan ekonomi baru, gelombang inovasi teknologi informasi, relasi desa-kota, dan isu-isu masa depan lainnya sudah harus disiapkan sejak lima tahun sebelum ombak tantangan 2020+ menghantam. Pemimpin kita yang terpilih di 2018 nanti harus menyiapkan daerah ini sekeras batu karang.

Lantas, visi misi sesuai harapan publik tentu saja bebas tafsir karena kepentingan masyarakat juga tidak berbatas. Di sinilah titik awal kandidat yang berkompeten dan cakap di uji. Kemampuan mereka merancang secara benar dalam serbuan harapan publik sangat di perlukan. Kepentingan daerah digali dan dirumuskan bersumber dari suasana kebatinan masyarakatnya. Kebutuhan masyarakat yang maha luas, di rangkul dalam konsepsi prioritas-priotas unggulan yang tepat sasaran. Masalah-masalah masyarakat yang berhimpitan himpitan seperti tidak berkesudahan, berani di tuntaskan melalui kalkulasi pasti dan berani. Ikon-ikon kemajuan yang dicita-citakan ditarget tanpa ragu-ragu lagi. Kemajuan daerah dan kemakmuran masyarakatnya dalam perhitungan yang pasti, tidak meraba-raba. Optimisme masyarakat dapat di bangkitakan melalui visi misi yang berorientasi pada pastinya hasil yang hendak di capai. Visi-misi kandidat bukan lagi sekedar mengumbar janji seperti yang sudah pernah kita lewati, namun konsepsi pencapaian kemajuan daerah yang terang benderang. Salahkah kita (masyarakat Kalimantan Barat) jika mendambakan visi misi kandidat sehebat ini?

Menurut Ireng Maulana seorang Pengamat Politik , Untuk memenuhi ekspektasi tersebut, karakter visi misi kandidat dapat terbagi kedalam dua model.

Pertama, visi misi yang kuat: Janji diganti konsepsi, masalah di jawab dengan tuntasnya rencana penyelesaian, keterpurukan dibalas dengan meletakkan target pada kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi, serta prioritas mutlak pada kemajuan daerah. Kuatnya visi misi hanya lahir dari kandidat yang memahami hakikat tentang pentingnya menggunakan kekuasaan secara benar.

Kedua, visi misi yang lemah: hanya janji tanpa kekuatan konsep, membahas masalah yang itu-itu saja dengan penyelesaian tanpa inovasi, kurang fokus menjawab fakta keterpurukan masyarakat, kemajuan daerah dimaknai hanya dengan indikasi-indikasi pragmatis yang nantinya akan dinikmati sebagian kecil kelompok masyarakat, dan tidak jeli memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat yang sebenarnya. Praktek semacam ini sudah harus di tinggalkan karena bertentangan dengan arus utama harapan publik dan lemahnya visi misi hanya berasal dari kandidat yang lalai melihat potensi kekuasan yang bermanfaat luas bagi keselamatan dan kemakmuran masyarakat Kalimantan Barat.

Suka atau tidak, visi misi akan sangat terkait erat dengan kandidat bersangkutan. Idealnya, kandidat yang didukung memberikan kita visi misi dengan konsepsi yang kuat. Namun, kandidat yang kita dukung juga dapat tergelincir tidak siap mempersembahkan visi misi yang lemah kepada publik. Kemungkinan besar yang dapat terjadi adalah, kandidat yang tidak kita dukung sama sekali sayangnya mampu menyiapkan visi misi kuat sesuai dengan harapan besar masyarakat. Sebagai pendukung atau sebagai masyarakat pemilih, dilema seperti ini akan menjadi peristiwa demokrasi yang tidak dapat dielakkan dan akhirnya hanya memerlukan kearifan akal sehat. Memilih kandidat yang kita jagokan dengan visi misi yang lemah atau kandidat yang sama sekali tidak di dukung tapi memiliki visi misi yang kuat. Kita tentu tidak mau berakhir pada keputusan konyol dengan terus bertahan pada pilihan yang keliru. Yang diharapkan bukan hanya sekedar figur yang di idolakan namun kecakapannya dalam mengelola kekuasaan untuk kesejahteraan kita semua. Seharusnya, kandidat dengan visi misi yang kuat harus didukung dan dimenangkan! Kita harus memikirkan kemajuan di masa yang akan datang, dan jangan mengorbankan tujuan yang lebih besar kepada keputusan pragmatis emosional semata. Pemilih cerdas sejalan dengan semangat demokrasi yang ingin menghasilkan kepemimpinan yang berkualitas. Kandidat dengan visi misi yang kuat adalah satu paket unsur yang melekat pada kualitas kepemimpinan. Pilihannya hanya dua: kandidat dengan visi misi yang kuat atau kandidat dengan visi misi yang lemah. Jangan keliru!

Tidak mudah untuk menyadarai bahwa selama ini kita mungkin telah memilih pemimpin dengan visi misi yang lemah. Yang kita bela dan dukung habis-habisan adalah figur yang gagap dalam mengelola kekuasaanya, karena sejak awal konsepsi visi misi hanya sekedarnya saja. Jelas, kita memerlukan visi misi yang kuat! Menyusun visi misi dengan konsep yang kuat bukan pekerjaan mudah, namun tantangan ini harus di pikul oleh para kandidat untuk menghindari diri mereka dilabeli sebagai kepemimpinan yang tidak sejalan dengan kehendak dan kepentingan zaman. Pemimpinan yang kuat membekali diri dengan visi yang kuat pula.

Akhirnya, mata tajam kita tidak akan berkedip untuk memastikan semua kandidat menampilkan visi misi terkuat mereka. Visi misi yang mampu menjamin keselamatan dan kemakmuran masyarakat Kalimantan Barat seutuhnya!


Tidak ada komentar