Breaking News

Sampah di Pontianak Dalam Cuplikan Berita

Sepenggal rangkuman berita tentang sampah di Pontianak yang menjadi sorotan tak henti-hentinya, Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan.

Tahun 2011

Volume Sampah di Pontianak Meningkat
(Selasa, 16 Agustus 2011) TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Pontianak, Utin Sri Lena Candramidi, mengakui selama bulan Ramadan terjadi peningkatan volume sampah.
"Pada hari biasa volume sampah kota Pontianak hanya sekitar 308 ton. Selama bulan Ramadan volume sampah meningkat hingga mencapai kisaran 400 ton perhari," katanya, Senin (15/08/2011) saat ditemui di ruang kerjanya. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://pontianak.tribunnews.com/2011/08/16/volume-sampah-di-pontianak-meningkat  

Tahun 2012

Ketersediaan Kontainer Sampah Di Kota Pontianak Masih Belum Memadai
(Selasa, 12 Juni 2012) Tempat Pembuangan Sementara untuk sampah (TPS) tidak lagi harus menggunakan yang konvensional akan tetapi harus menggunakan kontainer. Oleh karena itu diusulkan penambahan kontainer sampah sebanyak 35 unit. Sehingga beberapa TPS konvensional akan diganti dengan kontainer yang nantinya diletakan pada sore hari dan diangkut pada pagi hari.  Hal ini disampaikan oleh Utin Sri Lena Chandramidi selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak. Utin Sri Lena Chandramidi mengatakan dengan jumlah 35 unit tersebut dinilai belum cukup memadai untuk menampung sampah yang ada di Kota Pontianak. Karena standar ketersediaan kontainer sampah itu minimal 65 unit se-Kota Pontianak. Oleh karena itu, saat ini pihaknya mencoba membuka lokasi baru untuk TPS yang direncakan di Jalan Perdana. Hal itu dipandang perlu karena dilokasi tersebut belum tersedia TPS. Rencana itu sedang dikoordinasikan dengan lurah dan masyarakat setempat. Sehingga nantinya lurah dan masyarakat yang memilih lokasi mana yang cocok untuk TPS. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://www.volarefm.com/ketersediaan-kontainer-sampah-di-kota-pontianak-masih-belum-memadai/ 

Tahun 2014

Swedia Minat Bantu Penanganan Sampah di Pontianak
(Selasa, 4 Maret 2014) Deputi Kepala Misi Kedutaan Swedia di Indonesia, Daniel Johansson mengatakan sangat tertarik untuk membantu penanganan masalah sampah di kota Pontianak, terlebih Pemkot Pontianak selama ini sangat komitmen untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Seperti yang anda ketahui bahwa antara pemerintah kota Boras (Swedia) dan Pemkot Pontianak (Indonesia) sudah sepakat untuk menjalankan program Clean and Green Equator sebagai upaya penanganan sampah yang ada di kota Pontianak. Setelah melakukan penjajakan secara langsung tentang pengolaan sampah di Pontianak, ke depan bisa saja kita melanjutkan kerjasama ini tentang bagaimana pengelolaan sampah agar bisa lebih bermanfaat," kata Daniel di Pontianak. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut https://kalbar.antaranews.com/berita/320791/swedia-minat-bantu-penanganan-sampah-di-pontianak 

Ribuan Orang di Pontianak Dikenakan Tipiring Pembuangan Sampah
(Selasa, 05 Agustus 2014) Liputan6.com, Pontianak - Sepertinya sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang dijatuhkan bagi pelanggar Peraturan Daerah (Perda) belum cukup memberikan efek jera. Sebab masih saja ditemui warga yang membuang sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak pada waktunya. Berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2006 tentang jadwal pembuangan sampah, ditentukan bahwa waktu yang diperbolehkan membuang sampah di TPS yakni mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://news.liputan6.com/read/2086559/ribuan-orang-di-pontianak-dikenakan-tipiring-pembuangan-sampah?source=search

Tahun 2015

Pontianak-Denmark Olah Sampah Jadi Energi Ramah Lingkungan
(Selasa, 27 Oktober 2015) Pontianak  (Antara Kalbar) - Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Denmark bekerja sama dalam mengolah sampah menjadi energi yang ramah lingkungan, kata Wali Kota setempat Sutarmidji.
"Kami berharap penandatanganan nota kesepahaman ini tidak hanya sekadar di atas kertas tetapi harus segera direalisasikan," kata Sutarmidji di Pontianak, Selasa.Ia menjelaskan dalam waktu dekat Pemkot akan segera merumuskan langkah-langkah teknis untuk melancarkan penerapan kerja sama tersebut.
Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Kedutaan Denmark disaksikan Ratu Denmark, Margrethe II, tertuang beberapa item diantaranya pengembangan teknologi solar cell atau panel surya, pengolahan sampah dan limbah menjadi energi, pengemasan produk atau packaging serta produk-produk "home industry" yang bisa dipasarkan di Denmark. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut https://kalbar.antaranews.com/berita/336774/pontianak-denmark-olah-sampah-jadi-energi-ramah-lingkungan 

Dana Mengolah Sampah Mahal , Pemkot Pontianak Bakal Menaikkan Retribusi Sampah
(Sabtu, 5 December 2015) PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak berencana menaikkan tarif retribusi sampah pada 2016. Alasannya, dana untuk mengolah sampah tidak kecil. Pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang serius membutuhkan dana yang cukup besar.
Selain alasan itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan dana retribusi sampah juga digunakan untuk mengelola taman sehingga memerlukan tambahan pendapatan. “Sekarang saja pengelolaan sampah dan pemeliharaan taman menghabiskan lebih dari Rp40 miliar.” Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://www.pontianakpost.co.id/dana-mengolah-sampah-mahal-pemkot-pontianak-bakal-menaikkan-retribusi-sampah 

Tahun 2016

Sampah Kabupaten Kubu Raya Dibuang ke Kota Pontianak
(Jum’at, 22 Januari 2016) Saat ini, Pemkot Pontianak melalui DKP memliki 120 TPS untuk enam kecamatan yang ada di Kota Pontianak. Rinciannya, 84 TPS jenis kontainer dan 36 TPS jenis bak semen terbuka. Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota Pontianak tahun 2006, juga telah mengatur tata cara membuang sampah, yakni waktu pembuangan dilakukan pada pukul 18.00 hingga 05.00 WIB. Di luar waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring) dengan ancaman maksimal Rp 50 juta atau kurungan selama tiga bulan.  “Misalnya saja masyarakat Kubu Raya yang kerja di Kota Pontianak, pergi kerja pukul 07:00 WIB. Nah mereka sekalian bawa sampah. Kemudian dibuang ke TPS. Itu kan di luar dari waktu yang sudah ditentukan,” kesalnya.
Sri juga menyayangkan adanya oknum warga yang tidak mengikuti aturan Pemkot, terlebih oknum tersebut merupakan warga kabupaten tetangga. Pasalnya, saat DKP melakukan pemungutan dan membersihkan sampah di TPS pada pukul 04.00 WIB, sampah sudah kembali membludak pada pukul 06.00 WIB. “Ini kan salah, jadi saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Pontianak serta warga yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak untuk bersama menjaga lingkungan Kota Pontianak dengan membuang sampah  di waktu dan tempat yang tepat,” imbaunya. Untuk diketahui, di tahun 2015, DKP dan Satpol PP Kota Pontianak telah memberikan sanksi Tipiring terhadap 62 warga yang melanggar aturan jam pembuangan sampah. “Semuanya kita Tipiring di Pengadilan Negeri. Mereka rata-rata dikenakan sanksi denda Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu,” tutupnya. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://www.suarapemredkalbar.com/berita/ponticity/2016/01/22/sampah-kabupaten-kubu-raya-dibuang-ke-kota-pontianak 

Pemkot Gandeng Perusahaan Tiongkok Olah Sampah Jadi Listrik
(Senin, 26 September 2016) Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok-China dalam pembangunan Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTS). Nantinya PLTS ini akan berdiri di Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS), Kelurahan Batu Layang, Pontianak Utara.
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, diperkirakan PLTS tersebut bisa menghasilkan listrik dengan kapasitas delapan megawatt. “Sampah di tempat kita kan lebih dominan basah atau organik. Selasa (27/9) besok kami akan MoU dengan perusahaan China tersebut. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu 1,5 tahun,” ujarnya, Minggu (25/9) pagi.
Lebih lanjut dijelaskan, PLTS tersebut membutuhkan 600 ton sampai 1000 ton sampah per hari. Sementara saat ini warga Kota Pontianak dalam sehari hanya menghasilkan 320-350 ton sampah. Kekurangan kebutuhan sampah itu nantinya akan ditutupi dari limbah cangkang kepala sawit dan sampah di daerah sekitar. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://www.pontianakpost.co.id/pemkot-gandeng-perusahaan-tiongkok-olah-sampah-jadi-listrik 

Tahun 2017

Volume sampah di Pontianak terus meningkat setiap tahun
(Kamis, 2 Maret 2017) Pontianak, thetanjungpuratimes. – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan TPA Sampah dan Limbah pada DLH Kota Pontianak Didik Hary Selengkapnya bisa dibaca di link berikut anto mengatakan jika dalam proses penanganan permasalahan sampah yang ada di Kota Pontianak masih dengan cara kumpul, angkut, dan buang. Sampai sekarang volume sampah selalu meningkat setiap tahunnya jelasnya, Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://thetanjungpuratimes.com/2017/03/02/volume-sampah-di-pontianak-terus-meningkat-setiap-tahun/ 

Tahun Depan Hanya Akan Ada Satu TPS per Kecamatan
(Senin, 13 Maret 2017) Pontianak, thetanjungpuratimes.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Sri Sujiarti, mengungkapkan, pemerintah berencana akan mengurangi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Ia mengatakan, pada tahun 2018 mendatang pihaknya akan menempatkan satu TPS pada satu kecamatan, sehingga untuk Kota Pontianak hanya ada enam TPS. Hal tersebut dilakukan, lanjut Sri, untuk mengurangi tingkat kekumuhan yang terlihat, jika TPS terlalu banyak. Pihaknya pun telah membuat bak sampah tersebut Indah dengan melukisnya sedemikian rupa. Rencana pengurangan TPS yang berada di jalan-jalan utama untuk keindahan tata kota sudah berjalan dan mulai dikurangi sedikit demi sedikit; katanya saat melaunching tempat sampah yang dilukis mural, pada Senin (13/2).
Di Kota Pontianak sendiri sejauh ini masih ada sekitar 114 kontainer sampah. 22 diantaranya sudah dilukis mural. Untuk tahun 2017 ini pihaknya akan mengurangi TPS secara bertahap. Ia menegaskan, sudah mensosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat, agar mulai dari sekarang warga mau mengurangi sampah mereka. Untuk hal itu maka kita akan sosialisasikan kepada masyarakat ucapnya. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://thetanjungpuratimes.com/2017/03/13/tahun-depan-hanya-akan-ada-satu-tps-per-kecamatan/ 

Kelola Sampah Sebatas Penataan
(Rabu, 13 December 2017) Data Dinas Lingkungan Hidup Pontianak, sekitar 2,75 liter sampah dihasilkan satu manusia perhari. Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2017, jumlah penduduk saat ini 655,572 orang. Jika jumlah penduduk dikalikan 2,75 liter hasil sampah maka produksi sampah yang dihasilkan masyarakat Pontianak dalam sehari sebanyak 1.802.823 timbunan volume sampah. Hasil pendataan pengelolaan pengangkutan sampah DLH 2017, serapan sampah yang diangkut tiap harinya berjumlah 1.547.000 timbunan sampah masuk ke lahan TPA yang miliki luasan total 30,9 hektare. Sedangkan sisa sampah yang tak terangkut petugas, dibakar masyarat atau menjadi sampah liar Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://www.pontianakpost.co.id/kelola-sampah-sebatas-penataan 

Tahun 2018

Volume Sampah di Pontianak 400 Ton Per Hari
(Minggu,18 Maret 2018) PONTIANAK, SP - Kepala Bidang Revitalisasi Lingkungan dan Pengembangan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Dadang Fitrajaya mengatakan, berdasarkan perhitungan prakiraan dari volume armada angkut sampah yang ada, jumlah produksi sampah di Pontianak mencapai kurang lebih 400 ton per hari.
Hal itu dikatakannya karena Kota Pontianak merupakan ibukota provinsi dengan pertumbuhan dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi.“Ini yang perlu kita pikirkan, perlu kita cari cara-cara bagaimana mengurangi sampah yang volumenya semakin besar, tapi kita bisa olah sampah ini semakin bermanfaat,” ujarnya, kemarin. Selengkapnya bisa dibaca di link berikut http://www.suarapemredkalbar.com/berita/ponticity/2018/03/18/volume-sampah-di-pontianak-400-ton-per-hari 

Masalah sampah ini tidak akan ada habisnya jika tidak kita mulai dari kesadaran dan perilaku diri kita sendiri. Pentingnya membuang sampah pada tempat yang disediakan adalah mutlak, jika lingkungan kita sudah tercemar yakinlah kualitas hidup kita juga akan menurun. Diharapkan pula adanya data yang akurat, terukur, serta perencanaan dan langkah-langkah kongkrit dari Instansi terkait, guna menjadi barometer dan faktor penting dalam penyelesaian masalah sampah yang ada.


Sumber Foto : http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/18/ketika-tetangga-buang-sampah-sembarangan

Tidak ada komentar