Breaking News

Mereka dan Astra yang tangguh





Inspirasi pertama ditunjukkan oleh Tian seorang bapak muda yang sudah memiliki sepasang anak, berprofesi sebagai pengawas pelaksana lapangan di salah satu konsultan bidang irigasi rawa gambut. Setiap hari untuk mencapai lokasi pekerjaan harus menempuh jarak puluhan bahkan ratusan kilometer dengan kondisi jalan tanah yang terkadang becek parah jika di guyur hujan, sepeda Motor Honda win buatan tahun 1988 serta tas ransel bermuatan penuh peralatan kerja dan pakaian tak lupa pula selalu ia gendong kelokasi pekerjaan sebagai perlengkapan perangnya. Pernah beberapakali mendapat pertanyaan kenapa tidak mengganti kendaraan dengan yang lebih baru dengan santai ia menjawab yang ini handal dan bandel umur boleh tua tapi tenaga masih kencang dan tidak merepotkan, gampang perawatannya karena sparepart tak sulit dicari sambil sesekali ia mengelus tangki motor kesayangannya itu. Tian salah satu pengawas lapangan yang sudah lebih dari sepuluh tahun ini menjalani profesinya di Kabupaten Sambas yaitu salah satu Kabupaten terujung di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, sebagai pengawas lapangan ia harus selalu ada dilokasi untuk memastikan bahwa pelaksanakan dilapangan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan dan mutu yang baik walaupun rintangan untuk mencapai lokasi pekerjaan yang diawasinya tidak selalu bersahabat.

Inspirasi kedua datang dari kelompok peduli sampah yang dimotori ibu Yanti dan Pak Simin, dua sosok orang tua yang mempunyai semangat peduli terhadap lingkungan dan ekomoni masyarakat disekitarnya, bersepakat membentuk sebuah bank sampah, guna menampung sampah disekitar, mendaur ulangnya dan menjadikannya berbagai barang kreasi sehingga bernilai jual lebih. Seiring waktu bank sampah terus berkembang, hadirnya relawan dan kader-kader sampah yang mumpuni dan terampil sebagai bentuk semangat baru membuat bank sampah ini semakain dikenal dan ditiru, berkembangnya kreatifitas barang olahan menjadikan bank sampah yang diberi nama Bank Sampah Rosella ini tumbuh menjadi ekonomi kreatif baru ditengah-tengah masyarakat. Banyak yang tidak tau bahwa Pak simin dan Bu Yanti mengangkut sampah yang akan diolah awalnya hanya menggunakan sepeda motor Honda matic jenis Vario dan sepeda motor Honda bebek jenis Supra X yang merupakan milik pribadi mereka, dengan dalih bahan bakar yang irit dan stabil jika membawa bobot barang yang banyak bahkan mlebihi kapasitas membuat mereka tetap setia dengan kendaraannya itu hingga saat ini untuk mengangkut sampah-sampah yang bias didaur ulang. Bank Sampah Rosella menjadi panutan atau contoh bagi beberapa kelompok masyarakat yang ingin berbuat hal yang sama bahkan instansi terkait juga kerap menggunakan jasa mereka untuk menjadi pelatih, narasumber atau motivator dibidang pengulangan sampah, sebuah pencapaian yang didapat dengan jiwa yang tangguh dan semangat pantang menyerah.

Mereka yang berjiwa tangguh selalu ditemani perangkat yang tangguh pula hal ini bisa tergambarkan dari kendaraan mereka yaitu Motor Honda, sepeda motor yang perakitan dan distributor oleh PT . Astra Honda Motor yang merupakan anak perusahaan PT. Astra International, Tbk yang telah berdiri sejak tahun 1957, Astra sangat konsisten terhadap sistem pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusianya sehingga menghasilkan Sumber Daya Manusia yang tangguh dan memiliki daya saing. Kisah perjalanan inspirasi diatas membuktikan pula bahwa Astra hadir di tengah masyarakat, bersahabat, dekat dan menjadi satu hati yang tak terpisahkan dalam keseharian masyarakat Indonesia.

1 komentar:

  1. Memang ya, yang namanya bank sampah ini adalah solusi lingkungan yang juga bermanfaat untuk membantu ekonomi masyarakat :)

    BalasHapus