Breaking News

SAJIAN ITU BELUM TENTU BISA DISANTAP


Berbicara atau memberi masukan atau wejangan dalam kondisi " perut kenyang " mungkin akan lebih mudah tetapi mungkin tidak mudah bagi yang menerima atau mendengarnya yang pada saat itu dalam kondisi " perut kosong ".
Memang akan sangat menggoda selera yang di ucapkan, apalagi yang dibicarakan adalah Menu-menu dan sajian-sajian "makanan" lezat dan pastinya membuat decak kagum.
Tapi kami yang "perut kosong" ini sadar diri tuan ada "kasir" yang menunggu di depan sana jika santapan itu kami makan, kami juga sadar tuan sajian tadi hanya susunan " prasmanan " yang bukan di sajikan buat kami tapi buat tuan-tuan yang "kenyang" tadi ketika mulai merasa lapar. Perut ini memang kosong tuan tapi kami bertahan agar tidak kelaparan, memakan apa yang bisa kami makan walaupun kami juga " rindu" sajian nan nikmat itu.
Lidah memang tak bertulang tapi lidah punya banyak rasa, manis, pahit dan kecut bisa dirasakan dalam waktu yang sama. Mungkin bagi tuan ucapan yang keluar itu manis tapi bisa jadi pahit jika dilidah kami.
Berlemah lembutlah karena LIDAH bisa sangat "MENGHUJAM" Rasa. Dan terimakasih atas tontonan Sajiannya, nikmat manisnya baru bisa kami lihat tapi belum bisa kami rasakan...karena kami saat ini bertahan dengan sajian yang ada dihadapan kami : pahit atau kecut tetap harus kami santap karena inilah porsi kami...porsi yang kecil dan kami rela untuk berbaginya, jika itu pahit..pahit pula yang dibagikan, meskipun pernah ada harapan kami, diajak duduk bersama atau ada tuan-tuan yang datang dalam porsi besar dengan sajian santapan yang manis tapi sudahlah itu mungkin bukan "Porsi" kami dan diluar "kapasitas" kami.

Tidak ada komentar