Breaking News

Jangan Pernah Letih Bersyukur


Bersyukur mungkin kata yang sudah sampai tahap memuakkan di telinga kita, dari dulu sampai sekarang kata ini menjadi primadona dan sangat dianjurkan untuk selalu diucapkan dan tak henti-hentinya selalu diingatkan kepada kita, Mari kita coba intip lebih jauh apa itu bersyukur ?

Ternyata bersyukur itu bukan hanya sesuatu yang wajib dilakukan oleh orang beriman tetapi lebih dari itu bersyukur itu merupakan suatu Instrumen menuju kejayaan dan kesuksesan. Selama ini kebanyakan kita bersyukur setelah mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau merasakan perasaan yang menyenangkan atau mengalami sesuatu yang menyenangkan. Itu wajar saja tetapi Bersyukur itu bisa dimaknai jauh lebih dasyat dari itu.

Bersyukur bukanlah sekedar kata-kata atau lisan tapi lebih kepada selalu ingat kepada Allah Swt, Selalu Berterimakasih , dan ungkapan penghargaan tentang apa yang telah Alloh swt berikan apapun kondisinya sedih atau senang, lapang atau sempit dan sebagainya “ Maka ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan ingat kepadamu ,Bersyukurlah kepadaKu ,Dan janganlah kamu ingkar kepada Ku “. ( Qs. Al Baqarah : 152)

Jangan pernah mengangkap kecil nikmat-nikmat yang Alloh Swt berikan misalnya bisa menggerakkan jari , bisa tersenyum , kumis atau jenggot anda bisa tumbuh, kulit tidak berpanu dan lain sebagainya. "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya (karena banyaknya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang." ( QS. An Nahl: 18 )

Rasakan nikmat-nikmat apa saja yang akan anda terima setelah anda bisa bersyukur secara utuh menerima dengan ikhlas dalam kondisi apapun dan hal terpenting yang perlu kita waspadai ialah Setiap karunia atau anugerah yang kita dapatkan sebenarnya merupakan ujian untuk menentukan apakah kita termasuk orang yang bersyukur atau kufur.

Sebagaimana pernyataan Nabi Sulaiman as yang diabadikan dalam al-Quran sebagai berikut:
“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk karurnia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia” (QS. An-Naml: 40)

Tidak ada komentar